Supercorridor (PT Trans Indonesia Superkoridor) sebagai penyelenggara jaringan telekomunikasi di Indonesia secara resmi mengumumkan kesiapannya melayani para penyedia layanan telekomunikasi. Melalui acara opening ceremony yang berlangsung di Angsana Ballroom, Hotel Holiday Inn Kemayoran, Jakarta, tepatnya pada tanggal 2 Mei 2019. Sebagai penyelenggara jaringan telekomunikasi yang netral dan independen, Supercorridor siap untuk melayani para Internet Service Provider (ISP).

Untuk memberikan pelayanan maksimal, saat ini sedang berlangsung perluasan jaringan kabel fiber optik ring nasional, regional dan distrik Jakarta hingga Bandung. Hal ini seiring dengan mendukung pencapaian target dari pemerintah dalam pengembangan infrastruktur telekomunikasi.

Acara yang juga dihadiri oleh Kemenkominfo, pelaku bisnis ISP dan pihak terkait lainnya tersebut, dipaparkan realisasi target Supercorridor tahun 2019. Dimana saat ini pembentangan jaringan telekomunikasi sudah mencapai 3 Provinsi dari target 6 Provinsi. 15 Kabupaten dari 90 Kabupaten dan 172 Kecamatan dari 1100 Kecamatan.

“Yang membedakan kami dengan layanan jaringan yang lain adalah kami siap menyediakan koneksi 10G. Hal ini cukup sulit disediakan oleh penyedia jaringan yang lain. Kami juga siap memberikan proteksi one plus one dimana kebanyakan hanya menyediakan proteksi one minus one. Artinya, tidak ada backup atau main, semua akan terus menyala, namun apabila ada gangguan akan terjadi penurunan sekitar 0,5% saja. Soal harga, silahkan hubungi kami,” ujar Rahma Sugeng Priyono selaku Presiden Direktur Supercorridor.

Hubungan Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi dengan Pemerintah

Sesuai dengan komitmen Supercorridor untuk turut berkontribusi nyata dengan negeri. Supercorridor juga saat ini sedang mempersiapkan jaringan backbone gratis untuk menghubungkan lima Universitas di Pulau Jawa. Selain itu, Supercorridor juga turut mendukung APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) dalam mengintegrasikan data centernya masing-masing 10G.

Ir. Firmansyah Lubis, MIT

“Pada tahun 2016, hitungan penetrasi internet di Indonesia menurut Broadband Connection Index adalah 0.06%. Pada dasarnya pemerintah sangat sadar soal itu, kita ada target yang harus dicapai. Kami mencanangkan di tahun 2020 kita bisa mencapai 0,72% setara dengan Filipina pada 2016. Tahun 2022 targe

t kita sekitar 2,1%, itu setara dengan Cina pada tahun 2016. Untuk itu kita harus membangun infrastruktur dan coverage hingga 54 kali di tahun 2022.”

“Hadirnya Supercorridor merupakan satu peluang bagi penyedia layanan telekomunikasi. Untuk itu kami sangat mendukung kalau ada penyelenggara jaringan baru, karena sejalan dengan pemerintah. Apa lagi ini bukan semena-mena soal bisnis dan menggelar infrastruktur, tapi untuk kepentingan rakyat” tutur Ir. Firmansyah Lubis, MIT selaku Direktur Telekomunikasi Ditjen PPI Kemkominfo.Semoga dengan dukungan ini apa yang di targetkan pemerintah bisa tercapai, dan PT Trans Indonesia Superkoridor bisa terus berkontribusi nyata.

 

 

 

 

©2021 - PT. Trans Indonesia Superkoridor developed by DbAse Studiotm

Log in with your credentials

Forgot your details?